Senin, 21 Maret 2011

Psikologi Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Psikologi pada mulanya digunakan para ilmuwan dan para filosof untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku aneka ragam makhluk hidup mulai yang primitive sampai yang paling modern. Sedangkan pengertian pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan pengertian Psikologi Pendidikan?
2. Sebutkan Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan?
3. Jelaskan Metode Psikologi Pendidikan?
C. Tujuan Penulisan
1. Agar sebagai mahasiswa kita tahu tentang apa itu psikologi pendidikan.
2. Supaya kita tahu apa yang menjadi ruang lingkup dalam psikologi pendidikan.
3. Agar kita tahu metode-metode apa yang digunakan dalam psikologi pendidikan.
D. Manfaat
a. Manfaat Teoritis :
1. Dapat mengetahui pengertian psikologi pendidikan, ruang lingkup psikologi pendidikan dan metode psikologi pendidikan.
b. Manfaat Praktis :
1. Mengetahui karakteristik anak didik, dan problematika dalam pembelajaran.



BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Psikologi Pendidikan
Ilmu jiwa pendidikan yang lebih dikenal dengan psikologi pendidikan terdiri dari 2 kata, yaitu psikologi dan pendidikan. Psikologi berasal dari 2 kata bahasa Yunani, yaitu psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu tentang jiwa atau ilmu jiwa.
Adapun mengenai pendidikan, berasal dari kata “didik” mendapat awalan “me”, sehingga menjadi “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlaq dan kecerdasan pikiran (lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991: 232). Selanjutnya pengertian “pendidikan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Menurut beberapa ahli, psikologi pendidikan bisa diartikan sebagai berikut:
1. Menurut WS.Winkel Sj
“Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari pra syarat-pra syarat (faktor-faktor) bagi pelajar di sekolah, berbagai jenis belajar dan fase-fase dalam semua proses belajar”.
2. Menurut Richard E. Mayer
“Educational psycology is a branch of psycology concernet with understanding how the instructional environment and the characteristics of the learner interact to produce cognitive growth in the learner”
(Psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang membahas mengenai pemahaman bagaimana lingkungan belajar dan karakteristik pelajar berinteraksi dalam menghasilkan pertumbuhan kognitif dalam diri pelajar).
3. Menurut H.C Whitherington
“Psikologi pendidikan adalah suatu studi yang sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia”.
4. Menurut Lester. D. Crow dan Alice Crow
“Psikologi pendidikan merupakan suatu ilmu yang berusaha menjelaskan masalah-masalah belajar yang dialami individu dari sejak lahir sampai berusia lanjut, terutama yang menyangkut kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar”. Seperti dikatakan didalam bukunya sebagai berikut:
“Educational psychology dercribes and explains the learning experiences of an individual from birth through old age. Its subject matter is concerned with the conditions that affect learning”.


B. Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Telah kita ketahui bahwa pada dasarnya ilmu jiwa pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang khususnya mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan itu meliputi tingkah laku belajar (oleh siswa), tingkah laku mengajar (oleh guru), dan tingkah laku belajar-mengajar (oleh guru dan siswa yang saling berinteraksi).
Inti persoalan psikologi dalam psikologi pendidikan tanpa mengabaikan persoalan psikologi guru, terletak pada siswa. Pendidikan pada hakikatnya adalah pelayanan yang khusus diperuntukkan bagi siswa. Karena itu, ruang lingkup pokok bahasan psikologi pendidikan, selain teori-teori psikologi pendidikan sebagai ilmu, juga berbagai aspek psikologis para siswa khususnya ketika mereka terlibat dalam proses belajar dan proses belajar-mengajar.
Secara garis besar, banyak ahli yang membatasi pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam:
a. Pokok bahasan mengenai “belajar”, yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas perilaku belajar siswa, dan sebagainya.
b. Pokok bahasan mengenai “proses belajar”, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar siswa.
c. Pokok bahasan mengenai ”situasi belajar”, yakni suasana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun non fisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.
Sementara itu, Samuel Smith sebagaimana yang dikutip Suryabrata (1984), menetapkan 16 topik bahasan yang rinciannya sebagai berikut:
a. Pengetahuan tentang psikologi pendidikan (the science of educational psychology).
b. Hereditas atau karakteristik pembawaan sejak lahir (heredity.)
c. Lingkungan yang bersifat fisik (psychal structure.)
d. Perkembangan siswa (growth).
e. Proses-proses tingkah laku (behavior process).
f. Pembawaaan.
g. Hak dan ruang lingkup belajar (nature and scope of learning).
h. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar (factors that condition learning).
i. Hukum-hukum dan teori-teori belajar (laws and theories of learnjng).
j. Pengukuran, yakni prinsip-prinsip dasar dan batasan-batasan pengukuran/evaluasi (measurement: basic principle and difinitions).
k. Transfer belajar, meliputi mata pelajaran (transfer of learning subject matters).
l. Sudut-sudut pandang praktis mengenai pengukuran (practical aspects).
m. Ilmu statistik dasar.
n. Kesehatan mental.
o. Kurikulum pendidikan sekolah dasar.
p. Kurikulum pendidikan sekolah menengah.


Mengingat bahwa psikologi pendidikan merupakan ilmu yang memusatkan dirinya pada penemuan dan aplikasi prinsip-prinsip dan teknik-teknik psikologi kedalam pendidikan, maka ruang lingkup psikologi pendidikan mencakup topik-topik psikologi yang erat hubungannya dengan pendidikan.
Studi tentang isi-isi buku psikologi pendidikan telah dilakukan orang, antara lain penelitian terhadap 13 buku yang ditulis para ahli selama kurang lebih 5 tahun yaitu antara tahun 1942-1946 memberi gambaran terhadap kita bahwa ruang lingkup psikologi pendidikan adalah sebagai berkut:
1. Pertumbuhan dan perkembangan pada umumnya.
2. Psikologi anak.
3. Hygiene rokhani.
4. Kecerdasan (intellegensi) dan peniliannya.
5. Perbedaan-perbedaan individu.
6. Hakekat perbuatan belajar.
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbuatan belajar.
8. Soal tranfer dalam belajar.
9. Tes dan soal penilaian atau pengukuran.
10. Teori dasar tentang motivasi.
11. Arti motivation bagi pengajaran.
12. Perkembangan sosial dan emosianal.

Menurut pendapat Lester. D. Crow dan Alice Crow, ruang lingkup pendidikan antara lain:
a. Sampai sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar.
b. Sifat-sifat dari proses belajar.
c. Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar (learning readiness).
d. Signifikasi pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar.
e. Perubahan-perubahan jiwa (inner changes) yang terjadi selama dalam belajar.
f. Hubungan antara prosedur-prosedur mengajar dengan hasil belajar.
g. Teknik-teknik yang efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar.
h. Pengaruh/akibat relatif dari pendidikan formal dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman belajar yang insidental dan informal terhadap suatu individu.
i. Nilai/manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personil sekolah.
j. Akibat/pengaruh psikologis (psychological impact) yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap para siswa.

C. Metode Psikologi Pendidikan
Metode-metode yang biasa dipergunakan oleh para psikolog termasuk psikologi pendidikan menurut L.D Crow dan Allice Crow Ph.D. adalah sebagai berikut:
1. Introspection
2. Observation
3. Genetic approach
4. Evaluating techniques
5. Experimental method
6. Statistical analysis
1. Metode introspection
Pada masa permulaan para sarjana psikologi memakai pendekatan melalui pengamatan diri sendiri, pengalaman-pengalaman, penilaian terhadap apa yang dirasakannya serta proses berpikir, namun sekarang sebagaimana sarjana psikologi menganggap bahwa pendekatan studi dengan cara ini relatif kurang valid dan reliable, hal ini disebabkan antara lain oleh pribadi orang kadangkala dipengaruhi oleh keadaan emosinya yang menggoyahkan objekvitas tanggapan dan sikapnya terhadap seseorang atau sesuatu diluar dirinya.
2. Metode Observation
Metode ini mendasarkan pada pengamatan terhadap obyek penyelidikan, disertai aktivitas penulisan secara sistematis. Observasi bisa menjadi alat penyelidikan ilmiah bisa memenuhi beberapa syarat sebagi berikut:
a. Mengabdi kepada tujuan-tujuan penyelidikan.
b. Direncanakan secara otomatis.
c. Dicatat dan dihubungkan secara sistematik dan proporsi yang lebih umum.
d. Dapat dicetak dan dikontrol viliditas, reliabilitas dan ketelitiannya sebagaimana data ilmiah lainnya.
3. Metode Genetic Approach
Ada 2 cara yang bisa digunakan oleh para ahli untuk mempelajari pertumbuhan dan perkembangan individu, yaitu:
a. The cross-sectional (horisontal)
b. The longitudinal (vertikal)
Penelitian sejumlah besar individu sebaya dalam tingkat perkembangan yang bermacam-macam untuk memperoleh data yang berhubungan prinsip-prinsip yang pertumbuhan dan perkembangan bisa memakai metode Cross-sectional. Sedang bila ingin menyelidiki individu atau kelompok sejak kanak-kanak misalnya sampai dengan dewasa secara terus-menerus bisa memakai metode longitudinal, namun metode yang disebutkan terakhir ini sangat mahal, sulit dan memakan tempo yang cukup lama.
4. Teknik-teknik evaluasi
Teknik ini meliputi quisionari, alat-alat pengukuran yang distandarkan, interview, case history atau pendekatan klinik.
a. Quisioner
Metode quisioner (angket) dipakai oleh peneliti untuk mengumpulkan data seperti : keyakinan, perasaan, sikap, motivasi dan sejenisnya dengan jalan mengirim daftar pertanyaan kepada orang yang diteliti itu sendiri (langsung) atau kepada seseorang yang diminta menceritakan tentang keadaan orang lain (tidak langsung), kemudian jawaban yang diperoleh dijadikan dasar pengambilan kesimpulan.
b. Alat-alat pengukuran yang distandarisasikan
Alat ini digunakan oleh peneliti dengan jalan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, perintah-perintah tertentu yang telah disesuaikan sedemikian rupa dengan norma-norma yang tepat dan teliti. Alat-alat ini menghendaki:
1. Jawaban yang segera.
2. Orang yang diteliti tidak senantiasa diharapkan mengetahui jawaban-jawaban pertanyaan, juga tidak diberi kesempatan untuk menemukan jawaban yang tepat seluruhnya.
3. Orang yang diteliti hanya diminta untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan pendapat, sikap dan latar belakang yang sudah ada pada dirinya saja.
Alat-alat ini biasanya untuk mengukur intelegensi, tingkat keberhasilan dalam belajar, minat individu, sifat-sifat jasmani dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta hal-hal yang sejenis.
c. Interview
Pengumpulan data dengan tanya jawab secara lisan yang senantiasa mengambil kepada tujuan penyelidikan bisa disebut interview. Ia cukup mampu mengungkap dan menggali tanggapan, pendapat, keyakinan perasaan, motivasi, cita-cita dan sejenisnya baik yang berhubungan dengan masa silam, sekarang dan masa-masa yang akan datang. Dengan alat inilah penginterview yang cekatan dan mahir akan mampu memunculkan sekaligus memahami peristiwa-peristiwa jiwa melalui dari intonasi bahasa, expresi muka gerak-gerik tubuh bahkan sampai dengan keras lambatnya suara dalam percakapan.
d. Case History atau pendekatan klinis
Pendekatan klinis biasanya dipakai untuk menyelidiki sejumlah kecil individu yang berlangsung relative lama, teliti dan mendalam. Ia sering digunakan dalam penelitian-penelitian anak-anak yang tidak normal dengan tujuan mencari faktor-faktor penyebabnya yang selanjutnya mencari dan menentukan cara-cara penyembuhannya. Teknik case history hampir menyerupai pendekatan klinis yaitu objek penelitian sama-sama sejumlah kecil individu, hanya saja teknik case history ini dilakukan secara mendalam, kejadian-kejadian diselidiki secara terus-menerus selama satu periode yang dianggap memadai dan cukup untuk memahami kejadian-kejadian yang sedang diteliti. Segala data yang berhubungan dengan aspek-aspek pendidikan anak dikumpulkan untuk keperluan praktek-praktek pendidikan selanjutnya.
5. Metode Experimen
Penelitian sengaja mengatur situasi-situasi dan kondisi untuk mengamati secara teliti tentang peristiwa-peristiwa jiwa dengan sengaja ditimbulkan. Dengan hal ini peneliti bisa menyusun dua kelompok, kelompok oksperimen dan kelompok control, dari kedua kelompok ini diusahakan mempunyai sifat-sifat atau ciri-ciri yang sama kecuali hanya faktor yang eksperimental saja. Kelompok control dipakai sebagai berbandingan, seberapa jauh kelompok eksperimen dipengaruhi oleh faktor/pengaruh /independent variable. Sumbangan-sumbangan dari hasil percobaan-percobaan terdahulu seperti Ebbinghaus mengenai fungsi ingatan, Pavlov tentang reflek bersyarat dan lain-lain mempunyai arti penting dalam ilmu jiwa pendidikan.

6. Analisa Statistik
Bila peneliti telah mengumpulkan data dengan lengkap sesuai dengan aturan main penelitian, maka pada gilirannya yang sangat penting adalah menganalisa data dan generalisasi. Sehubungan dengan hal ini peneliti dituntut ketelitian dan kejeliannya, agar hasil penelitiannya dapat dipertanggung jawabkan. Sedangkan statistik telah menyediakan jalan-jalan yang licin dan dapat menuju tujuan tersebut, bila model penelitian dan data yang terkumpul membutuhkannya.



BAB III
ANALISIS

Makalah ini membahas tentang Pengertian Psikologi Pendidikan, dan Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan serta Metode Psiokologi Pendidikan. Dimana makalah ini memaparkan bahwa, Psikologi adalah suatu ilmu yang berusaha menyelidiki semua aspek kepribadian dan tingkah laku manusia, baik yang bersifat jasmaniah maupun rohaniah, baik secara teoritis maupun dengan melihat kegunaannya di dalam praktek, baik secara individual maupun hubungan dengan manusia lain atau lingkungan.
Sedangkan psikologi pendidikan menurut Lester D. Crow dan Alice Crow merupakan suatu ilmu yang berusaha menjelaskan masalah-masalah belajar yang dialami individu dari sejak lahir sampai berusia lanjut, terutama yang menyangkut kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar. Dan bisa dikatakan psikologi pendidikan adalah psikologi yang diterapkan di dalam pendidikan.
Apapun yang dikemukakan oleh para ahli tentang psikologi pendidikan, dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi yang dalam penguraian dan penelitiannya lebih menekankan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental, yang sangat erat hubungannya dengan masalah pendidikan terutama yang mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar.
Selanjutnya yaitu tentang Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan. Dimana dalam buku Good and Brophy menguraikan tentang psikologi pendidikan menjadi 6 bagian yang terdiri 16 bab.
Bagian 1 : Menguraikan tentang psikologi dalam hubungannya dengan tugas guru.
Bagian 2 : Manajemen kelas, yang mencakup antara lain :
• Perkembangan dan sosialisasi anak.
• Kepemimpinan dan dinamika kelompok.
• Psikologi eksperimental (menguraikan modeling, reward, punishment, dan extinction).
• Hasil-hasil penelitian manajemen kelas.
• Mengurangi masalah-masalah manajemen melalui persiapan yang baik dan pengajaran yang efektif.
Bagian 3 : Menguraikan masalah belajar, yang meliputi antara lain :
• Pengertian tentang belajar.
• Prinsip-prinsip umum belajar.
 Tipe-tipe belajar.
 Perhatian dan persepsi.
 Transfer dalam belajar.
 Perbedaan-perbedaan individual dalam belajar.
• Model-model dan desain instruksional.
• Prisip-prinsip pengajaran.
Bagian 4 : Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan yang berisi antara lain :
• Prinsip-prinsip perkembangan kognitif.
• Perkembangan fisik.
 Perkembangan kognitif.
 Perkembangan personal dan social.
 Kreativitas.
 Sosialisasi.
• Aplikasi prinsip-prinsip perkembangan ke dalam pendidikan.
Bagian 5 : Mengenai Motivasi, yang meliputi antara lain :
• Pengertian motivasi,
• Perilaku Stimulus-Respon.
• Teori kognitif dan motivasi.
• Disonansi
• Aplikasi motivasi dalam pendidikan dan pengajaran.
Bagian 6 : Prinsip-prinsip evaluasi dan pengukuran, yang mencakup antara lain :
• Macam-macam tes.
• Cara-cara menyusun tes essay dan tes objective.
• Prosedur penilaian.
• Monitoring kemajuan siswa.
• Reliabilitas dan Validits test.
• Penggunaan statistik dalam mengolah hasil tes.
Dari apa yang telah diuraikan diatas, jelas betapa luas bidang garapan yang tercakup dalam psikologi pendidikan itu. Namun demikian, itu memudahkan penguasaannya bagi para mahasiswa, bidang garapan yang sangat luas itu kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa mata kuliah; seperti mata kuliah Psikologi Perkembangan, Manajemen Instruksional, Prinsip-prinsip Belajar dan Mengajar, Penilaian Pencapaian Belajar Siswa, dan lain-lain.


Metode-metode yang biasa dipergunakan oleh para psikolog termasuk psikologi pendidikan menurut L.D Crow dan Allice Crow Ph.D. adalah sebagai berikut:
1. Introspection
2. Observation
3. Genetic approach
4. Evaluating techniques
5. Experimental method
6. Statistical analysis


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Apapun yang dikemukakan oleh para ahli tentang psikologi pendidikan, dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi yang dalam penguraian dan penelitiannya lebih menekankan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental, yang sangat erat hubungannya dengan masalah pendidikan terutama yang mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar.

2. Studi tentang isi-isi buku psikologi pendidikan telah dilakukan orang, antara lain penelitian terhadap 13 buku yang ditulis para ahli selama kurang lebih 5 tahun yaitu antara tahun 1942-1946 memberi gambaran terhadap kita bahwa ruang lingkup psikologi pendidikan adalah sebagai berkut:
a. Pertumbuhan dan perkembangan pada umumnya.
b. Psikologi anak.
c. Hygiene rokhani.
d. Kecerdasan (intellegensi) dan peniliannya.
e. Perbedaan-perbedaan individu.
f. Hakekat perbuatan belajar.
g. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbuatan belajar.
h. Soal tranfer dalam belajar.
i. Tes dan soal penilaian atau pengukuran.
j. Teori dasar tentang motivasi.
k. Arti motivation bagi pengajaran.
l. Perkembangan sosial dan emosianal.

3. Metode-metode yang biasa dipergunakan oleh para psikolog termasuk psikologi pendidikan menurut L.D Crow dan Allice Crow Ph.D. adalah sebagai berikut:
a. Introspection
b. Observation
c. Genetic approach
d. Evaluating techniques
e. Experimental method
f. Statistical analysis

B. Saran

1. Agar mahasiswa dapat menerapkan apa psikologi pendidikan itu dalam kehidupannya.
2. Bisa menerangkan apa yang dibahas dalam ruang lingkup psikologi pendidikan.
3. Supaya mahasiswa bisa menerapkan metode-metode psikologi pendidikan dalam suatu pembelajaran.



DAFTAR PUSTAKA


 Dalyono, M., Drs., Psikologi Pendidikan, Rineka Cipta, Semarang: 1996.
 Mustaqim, Drs. H. M. Pd., Ilmu Jiwa Pendidikan, Edisi Revisi, CV. Andalan Kita, Semarang: 2010.
 Purwanto, M. Ngalim, Drs. MP., Psikologi Pendidikan, Cetakan V,Jakarta: 1990.
 Suryabrata, Sumadi, Drs. B. A., M.A.,Ed.S.,Ph. D., Psikologi Pendidikan, Edisi V, PT. Raja Grafindo Persada, Yogyakarta: 2004.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar