Kamis, 10 Juni 2010

MANAJEMEN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar belakang
Suatu organisasi pendidikan akan menjalankan fungsi-fungsi operasi yang harus berjalan dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. fungsi-fungsi operasi dalam organisasi pendidikan meliputi fungsi operasi akuntansi/ keuangan, kepegawaian, akademik/Kurikulum, administrasi perkantoran, proses kegitan belajar mengajar, gedung dan ruang, perpustakaan,alumni.
Untuk menjalankan fungsi-fungsi operasi tersebut dibutuhkan manajemen di mana sudah barang tentu fungsi-fungsi manajemennya harus dapat berjalan dengan baik. Fungsi-fungsi manajemen yang harus berjalan dalam menggerakan fungsi operasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan sekurang-kurangnya meliputi fungsi planning, organizing, staffing, directing, evaluating, coordinating, dan budgeting.
Fungsi menajemen memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan tingkat relasional yang kompleks antar fungsi operasi ketika harus menjalankan fungsi operasi tersebut yang di bangun dalam organisasi pendidikan. Ketika fungsi operasi dalam organisasi berjalan sesuai fungsi manajemen, maka akan terjadi lalulintas data dan informasi yang saling terkait dan saling membutuhkan sehingga tingkat kompleksitas relasional antar fungsi tersebut kelihatan sekali. Kompleksitas relasional data dan informasi tersebut meliputi tahap-tahap pengumpulan data, klasifikasi data, pengolahan data supaya berubah bentuk, sifat, dan kegunaan menjadi informasi, interpretasi informasi, penyimpanan informasi, penyampaian informasi atau transmisi kepada pengguna dan penggunaan informasi untuk kepentingan manajemen organisasi.
Tahapan kompleksitas relasional data dan informasi memungkinkan ditempuhnya delapan tahap penting dalam penanganan informasi, yaitu penciptan informasi, pemeliharaan saluran informasi, transmisi informasi, penerimaan informasi, penyimpanan informasi, penelusuran informasi, penggunaan informasi dan penilaian kritis serta umpan balik. Tahap-tahap tersebut menjadi sebuah bentuk manajemen sistem informasi pendidikan.







B.Rumusan masalah
1.Pengertian Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) ?
2. wilayah garapan/pokok-pokok Menajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) meliputi ?
3. Bagaimana proses penggunaan MSIP dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan ?
4. Mengklasifikasikan kemudian mendeskripsikan jenis data yang biasa digunakan untuk kepentingan MSIP yaitu ?
5. Mendeskripsikan fungsi manajemen informasi dalam konteks :
a.Manajemen data !
b.Monitoring!
c.Pengambilan keputusan!
d. Evaluasi dan penilaian!
e.Mengontrol kualitas!
f.Meningkatkan daya kompetensi!
g.Pengembangan kelembagaan (misalnya sekolah)!
h.Mengefektifkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya!
i.Menyederhanakan birokrasi!
j.Meningkatkan efisiensi!
k.Membuat perencanaan!
i.Umpan balik!

















BAB II
PEMBAHASAN

Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi pendidikan. Jenis data dan fungsi-fungsi operasi disesuaikan dengan kebutuhan manajemen.
Dari uraian tersebut di atas dapat disebutkan bahwa wilayah garapan/pokok-pokok Menajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) meliputi ;
a.Sistem informasi Akuntansi/Keuangan
adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi/Keuangan. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
• Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
• Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
• Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Manfaat
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
• Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
• Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
• Meningkatkan efisiensi
• Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
• menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
b.Sistem Informasi Kepegawaian
Penerapan teknologi informasi dalam pengolahan data saat ini mutlak diupayakan semenjak keterdesakan akan kebutuhan informasi yang aktual serta akurat dalam pengambilan keputusan. Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) merupakan sebuah perangkat lunak yang akan membantu dalam mengorganisir data dalam proses akuisisi, eksekusi hingga retrivasi data yang akan memudahkan dalam penyebaran, integrasi hingga analisis bagi pengambilan keputusan bidang sumber daya manusia pada suatu instansi.
Secara spesifik tujuan dari pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian adalah untuk mendukung integritas data, kemudahan pengaksesan, dan kemudahan pengelolaan sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksanaan dan fungsi dalam bidang administrasi kepegawaian yang efektif dan efisien.
SIMPEG terdiri dari 4 komponen utama, yaitu :
1. ADMINISTRASI SISTEM
yaitu komponen yang bertanggung jawab untuk memelihara data-data induk yang nantinya digunakan oleh Sistem Informasi Kepegawaian, misalnya : data-data instansi, satuan kerja, unit kerja, propinsi, kabupaten, dll. Selain memelihara data-data induk, komponen ini juga bertanggung jawab untuk dalam hal manajemen pengguna, yaitu memberikan hak-hak sesuai dengan jenis pengguna.
2. PELAPORAN MANAJEMEN
yaitu komponen yang menghasilkan laporan-laporan manajemen, misalnya jumlah pegawai, informasi pendidikan, dll.
3. DATA ENTRI
komponen ini merupakan komponen yang sangat penting, karena komponen ini bertanggung jawab dalam memelihara data-data Kepegawaian, misalnya biodata pegawai, jabatan, pendidikan, dll.
4. OUTPUT
komponen ini menghasilkan keluaran-keluaran berupa cetakan yang merupakan hasil dari proses yang dilakukan oleh Sistem Informasi Kepegawaian misalnya SK, DP3, daftar riwayat hidup, dll.
Penerapan Sistem Informasi Kepegawaian berguna bagi decision maker untuk me-manage SDM sesuai sasaran kegiatan dalam bidang pengelolaan dan pengembangan SDM, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kredibillitas layanan secara menyeluruh, baik layanan yang berhubungan dengan pihak-pihak di luar institusi maupun internal institusi itu sendiri





c.Sistem Informasi Akademik/Kurikulum
Gambaran Umum:
1. Sistem Informasi Akademik adalah modul aplikasi sebagai tools dalam melakukan pengelolaan administrasi pendidikan dan data akademik pada fakultas/ program studi yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web.
2. Kemudahan-kemudahan yang dihimpun di Sistem Informasi Akademik Gamatechno ini memungkinkan informasi diakses dari mana saja melalui internet browser dan overall akan membantu operator/staf administrasi akademik dalam kegiatan kesehariannya.
Perananya :
1. Mendukung Multi Kurikulum Akademik
o Sistem Informasi Akademik dirancang untuk mendampingi proses perubahan kurikulum dengan berbasis pengalaman sukses menangani perubahan kurikulum di beberapa sekolah maupun perguruan tinggi.
2. Mendukung Transkrip Mahasiswa yang Dinamis
o Aturan-aturan yang berbeda dalam proses penerbitan transkrip mahasiswa dapat dikonfigurasikan dengan sangat mudah, seperti: 1). jika terdapat lebih dari satu kali pengambilan matakuliah, maka dapat dipilih menggunakan nilai terakhir atau nilai terbaik; 2). penyesuaian jika terjadi pengulangan ujian (perbaikan nilai).
3. Pelaporan DIKTI EPSBED
o Membantu proses pembuatan laporan EPSBED
o Selalu diupdate sesuai dengan kebutuhan, menyesuaikan perubahan yang ada di DIKTI.
o Hasil export DBF dijamin compatible dengan aplikasi EPSBED.
4. Virtual Class
o Mendukung penuh kegiatan belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa, dosen dapat meletakkan materi ajar dan tugas pada modul ini sehingga mahasiswa nya dengan mudah dapat mengakses dan mendownload tugas dan materi ajarnya.
o Materi ajar dan tugas yang ada otomatis ditampilkan dengan mata kuliah yang bersesuaian dgn KRS mahasiswa pada semester aktif tersebut.
5. User Friendly
o Tampilan yang user friendly, sehingga membuat Modul ini menjadi sangat mudah digunakan oleh semua usernya.
o Melalui sistem ini dosen maupun mahasiswa dapat mereview dan mengelola rencana akademik secara mandiri dan online. Hal ini akan sangat meringankan pekerjaan petugas administrasi akademik.
d.Student Centered Learning melalui e-Learning
Hartley yang menyatakan: e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
Manfaat e-Learning :
 Menghemat waktu proses belajar mengajar
 Mengurangi biaya perjalanan
 Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan
 Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan

e.Sistem informasi perpustakaan
Sistem Informasi Perpustakaan dikembangkan dari pemikiran dasar bagaimana kita melakukan otomatisasi terhadap berbagai business process dalam suatu Perpustakaan. SIPERPUS merupakan sebuah sistem yang terintegrasi untuk menyediakan informasi guna mendukung operasi, manajemen, dan fungsi pengambilan keputusan dalam Perpustakaan.

Sistem Informasi Perpustakaan (SIPERPUS) merupakan perangkat lunak yang didesain khusus untuk mempermudah pendataan koleksi perpustakaan, katalog, data anggota /peminjam, transaksi dan sirkulasi koleksi perpustakaan.
Keseluruhannya bekerja secara sistematis sehingga dapat memperbaiki administrasi dan operasional Perpustakaan serta dapat menghasilkan bentuk-bentuk laporan yang efektif dan berguna bagi manajemen perpustakaan.
SIPERPUS yang kami rancang terdiri dari beberapa versi : Perguruan Tinggi, Sekolah dan Pemerintah Daerah. Sistem kami sudah dilengkapi dengan fasilitas BARCODE READER yang akan mempercepat proses transaksi operasional Perpustakaan.
Sistem Informasi Perpustakaan (SIPERPUS) yang kami rancang merupakan sistem informasi berbasis WEB (Web Based) dengan bahasa pemrograman dan database yang bersifat Open Source/Free, di mana user/klien kami tidak perlu lagi membeli software-software pendukung guna mengaplikasikan SIPERPUS tersebut. Dengan penggunaan teknologi Web Based, akan memudahkan penggunaan SIPERPUS tersebut dalam suatu jaringan Client-Server, baik yang bersifat Local maupun Internet/Online.

FITUR-FITUR dalam SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN :
01 MODUL DATA INDUK ANGGOTA
Menyediakan fasilitas untuk menambah, mengedit dan menghapus data anggota perpustakaan.
02 MODUL DATA INDUK BUKU
Fasilitas untuk menambah, mengedit dan menghapus data buku-buku perpustakaan.
03 MODUL DATA INDUK INVENTARIS BUKU
Digunakan untuk memasukkan data inventaris buku (fisik), seperti Nomor Inventaris, Tanggal Inventaris dan Asal Buku.
04 MODUL TRANSAKSI
Merupakan fasilitas untuk mencatat peminjaman dan pengembalian buku maupun perpanjangan peminjaman.
05 MODUL PENCATATAN BUKU HILANG/RUSAK
Pendataan buku yang hilang / rusak serta biaya penggantiannya.
06 KONFIGURASI
Konfigurasi sistem seperti jumlah maksimal peminjaman buku, lama peminjaman, denda per hari, jumlah maksimal perpanjangan buku, dll.
08 CETAK LAPORAN
Laporan-laporan yang dapat dihasilkan, antara lain :
- Laporan Anggota Berdasar Jurusan
- Laporan Anggota Berdasar Tanggal Mendaftar
- Laporan Buku Berdasar Jurusan
- Laporan Inventaris Buku
- Laporan Peminjaman Per Periode
- Laporan Peminjaman Berdasar No. Mhs
- Laporan Pengembalian Per Periode
- Laporan Buku Yang Belum Dikembalikan
- Laporan Denda Per Periode
- Laporan Buku Hilang/Rusak, dll.
07 SETUP USER
Setting administrator dan user beserta hak akses terhadap sistem
Maksud dilaksanakannya MSIP adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen ; planning, organizing, staffing, directing, evaluating, coordinating, dan budgeting dalam rangka menunjang tercapainya sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan.
Dengan adanya MSIP organissi pendidikan akan merasakan beberapa manfaat sebagai berikut, pertama, tersedianya sistem pengeloaan data dan informasi pendidikan. Kedua, terintegrasinya data dan informasi pendidikan untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Ketiga, tersedianya data dan informasi pendidikan yang lengkap bagi seluruh stakholders yang berkepentingan dalam bidang pendidikan.
MSIP digunakan oleh penggunanya sebagai alat bantu pengambil keputusan dan oleh pihak lain yang tergabung dalam inter-organizational information system sehingga organisasi pendidikan dapat berinteraksi dengan pihak berkepentingan (stakeholders)
Nilai penting MSIP adalah :
1.Sistem Informasi yang berbasis computer (computer-based information systems) memungkinkan pendelegasian kegiatan rutin.
2.Teknologi informasi memungkinkan pengolahan data secara lebih akurat dan andal.
3.Pembuatan keputusan akan ditunjang dengan pilihan alternatif yang lebih objektif dengan data pendukung yang lengkap
4.Monitoring dan evaluasi memerlukan penyerapan informasi secara cepat dan efisien.
Dari uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa MSIP sangat berguna dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Mengklasifikasikan dan mendeskripsikan jenis data yang biasa digunakan untuk kepentingan MSIP!
Data adalah Semua fakta, petunjuk, indikasi, dan informasi baik dalam bentuk tulisan (karakter), angka (digital, gambar (analog termasuk peta)), media magnetic, dokumen, dan bentuk lain yang didapat dari hasil penyelidikan umum dan eksplorasi.
Informasi adalah Rangkuman data yang telah mengalami proses pengolahan dan atau interpretasi yang disajikan dalam bentuk peta, laporan baik hard copy maupun soft copy
Jenis Data Berdasarkan
Sumber :Internal, eksternal
Tahapan Kegiatan :Primer, sekunder
Sifat : Dasar, Olahan, Interpretasi
Bentuk :Fisik, Non fisik/elektronik
Kerahasiaan :Terbuka, tertutup
Jenis data yang biasa digunakan untuk kepentingan MSIP :
a.Data Akuntansi/Keuangan :
b.Data Kepegawaian
c.Data Akademik/Kurikulum
d.Proses KBM melalui pendekatan Student Centered Learning melalui e-Learning
e.Data perpustakaan


Mendeskripsikan fungsi manajemen informasi dalam konteks :
a.manajemen data
Fungsi manajemen system informasi dalam konteks manajeman data menyiratkan suatu kumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaannya yang mencakup lebih jauh dari sekedar penyajian. Keberhasilan manajemen system informasi dalam kontek menajemn data bergantung pada tiga faktor utama yaitu keserasian dan mutu data, pengorganisasian data dan tatacara penggunannnya.
Perkembangan fungsi manajemen system informasi dalam konteks manajeman data dapat dilihat pada tiga hal pokok yaitu cara pengumpulan dan pemasukan data, cara penyimpanan dan pengambilan data serta cara penerapan data.
Pengelolaan data Suatu kegiatan yang dilakukan secara professional dan terpusat, meliputi penyimpanan, penataan, pengolahan dan pemanfaatan
b.Monitoring
Sistem Informasi adalah suatu sistem konseptual yang memungkinkan manajer untuk mengendalikan dan memonitor system fisik pendidikan yang digunakan untuk mentrans-formasikan sumber daya input menjadi sumber daya output.
c.Pengambilan keputusan
Manajemen informasi dalam pengambilan keputusan adalah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang tidak ditekankan untuk membuat keputusan, melainkan melengkapi kemampuan untuk mengolah informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan. Dengan kata lain, sistem pendukung keputusan membantu manusia dalam proses membuat keputusan, bukan menggantikan perannya dalam mengambil keputusan.
Manfaat yang dihasilkan dari manajemen informasi SPK :
1.Memperbesar kemampuan pengambil keputusan untuk memproses informasi dan pengetahuan.
2.Memperbesar kemampuan pengambil keputusan dalam menangani permasalahan yang kompleks, berskala besar, dan menggunakan banyak waktu.
3.Memperpendek waktu pengambilan keputusan.
4.Meningkatkan reliabilitas dari hasil keputusan dan outcome.
5. Mendorong pelaksanaan eksplorasi bagi pengambil keputusan.
6. Memberikan pendekatan baru dalam proses berpikir mengenai lingkup permasalahan dan konteks keputusan.
7.Membangkitkan bukti baru dalam mendukung sebuah keputusan atau konfirmasi dari asumsi yang sudah ada.
8.Menghasilkan keunggulan strategis dan kompetitif di dalam persaingan antar organisasi. termasuk kemampuan grafik menyeluruh atas pertanyaan‐ pertanyaan pengandaian.
d.evaluasi dan penilaian
Manajemen informasi dalam konteks evaluasi dan penilaian member manfaat
1.Kegiatan monitoring-evaluasi yang dilakukan secara internal dapat diintegrasikan ke public dengang dukungan manajemen system informasi.
2.Manajemen system informasi akan meningkatkan akuntabilitas program lembaga/ organisasi.
3.Keterlibatan publik melalui dukungan manajemen system informasi akan meningkatkan kinerja program lembaga/organisasi.
e.mengontrol kualitas
Manajemen informasi dalam konteks Kontrol terhadap kualitas memungkinkan untuk melakukan proses pengumpulan dan evaluasi fakta/evidence untuk menentukan apakah suatu sistem informasi telah melindungi aset, menjaga integritas data, dan memungkinkan tujuan organisasi tercapai secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien.
f.meningkatkan daya kompetensi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Oleh karena itu sangat jelas bahwa menajeman system informasi akan berdampak kepada peningkatan daya saing komptensi.
g.pengembangan kelembagaan (misalnya sekolah)
Manajemen system informasi yang berkualitas biasanya diukur dalam tiga dimensi berikut :
1.Dimensi waktu : informasi harus ada saat dibutuhkan (timeliness), selalu up to date (currency), disajikan berkali-kali sebanyak dibutuhkan (frequency), dan dapat menyajikan untuk periode sekarang, masa lalu dan masa datang (time perid)
2.Dimensi content : Informasi harus bebas dari kesalahan (accuracy), harus berhubungan dengan kebutuhan penggunanya pada situasi tertentu (relevance), disajikan secara lengkap (completeness), hanya yang dibutuhkan yang disajikan (cincisenee), dapat disajikan untuk lengkungan luas maupun terbatas atau internal/eksternal focus, dapat menunjukan kinerja dengan pengukuran aktivitas yang telah diselesaikan .
3.Dimensi bentuk : informasi harus dapat disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti (clarity), dapat disajikan secara detail atau ringkasan, dapat diatur dalam urutan tertentu, dapat disajikan secara narrative, dapat disajikan dalam media cetak.
Jika Manajemen system informasi dapat memenuhi syarat kualitas tersebut di atas, sudah barang tentu akan dapat mengembangkan kelembagaan.
h.Mengefektifkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya
Manajemen system informasi dalam konteks SDM berupaya agar keputusan yang diambil dan aktifitas yang dilaksanakan selalu mengacu kepada mutu SDM yang terukur dan dapat teramati validitasnya berdasarkan perilaku seorang pegawai (SDM) dalam suatu organisasi yang dirancang dalam system informasi manajemen sumber daya manusia.
Aplikasi Manajemen system informasi dalam konteks SDM adalah aplikasi yang ditujukan untuk membantu organisasi/perusahaan mengelola kompetensi sumber daya manusia. Dalam hal ini pengelolaan SDM memiliki ruang lingkup :
1.Organisasi dan uraian jabatan pegawai
2.Pengelolaan standar kompetensi baik kompetensi dalam kaitannya dengan karakter pegawai maupun kinerja yang bersifat skill.
3.Pengelolaan data jabatan, kebutuhan kompetensi jabatan, dan penentuan level kebutuhan kompetensi jabatan
4.Pengelolaan data pegawai dan kompetensi individu
5.Aplikasi gap and match kompetensi
6.Aplikasi system perencanaan karir (rotasi, mutasi, demosi, promosi)
7.Aplikasi system kinerja
Dengan adanya manajemen system informasi SDM diharapkan pengelolaan SDM semakin efektif dan efisian.
i.Menyederhanakan birokrasi
Manajemen berbasis teknologi sistem informasi telah menjadi suatu komponen yang tidak terpisahkan dari mekanisme kantor. Penggunaan teknologi system informasi yang tepat dan didukung oleh keahlian personel yang mengoperasikannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan kinerja individual yang bersangkutan. Bahkan berbasis teknologi sistem informasi sangat meungkinkan untuk dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan cukup oleh seorang SDM saja. Dengan demikian manajemen berbasis teknologi sistem informasi dapat menyederhanakan birokrasi.
j.Meningkatkan efisiensi
Pemanfaatan teknologi informasi dapat menghasilkan efisiensi dalam berbagai aspek pengelolaan informasi yang ditunjukkan oleh kecepatan dan ketepatan waktu pemrosesan, serta ketelitian dan kebenaran informasi (validitas) yang dihasilkan. Hal ini berkaitan dengan penggunaan perangkat keras komputer (hardware), program aplikasi pendukung (software), perangkat komunikasi dan internet sebagai sarana pengelolaan informasi.

k.Membuat perencanaan
Perencanaan adalah proses di mana manajer secara matang dan bijaksana memikirkan dan menetapkan sasaran serta tindakan berdasarkan beberapa metode yang diperlukan untuk mencapainya, dan proses itu sendiri merupakan suatu cara sistematik yang ditetapkan untuk malakukan kegiatan. Dengan merujuk pada definisi di atas, maka manajemen berarti suatu proses yang menekankan keterlibatan dan aktivitas yang saling terkait untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Sebuah kebijakan informasi organisasi biasanya memberikan arahan baik bagi para pengelola maupun para pengguna informasi. Bagi para pengelola kebijakan informasi merupakan sebuah kerangka kerja yang berisi prinsip-prinsip organisasi yang berhubungan dengan informasi, penggunaannya dan pengelolaannya. Di antaranya menjamin pengalokasian sumber-sumber informasi penting dalam manajemen informasi. Sedangkan dari perspektif pengguna, kebijakan informasi merupakan sebuah jaminan bahwa organisasi mempunyai komitmen untuk menyediakan informasi yang dibutuhkannya.
Dengan demikian dalam konteks perencanaan sebuah organisasi, manajemen informasi merupakan data base dimana pembuatan perencanaan menjadi lebih mudah, lengkap dan matang serta akurat.

l.Umpan balik
Memahami karakteristik dari manajemen system informasi yang cenderung terdiri dari subsistem-subsistem yang sistematis dalam mengelola informasi baik secara prosedural maupun interaksional antar eleman, hal ini memungkinkan terjadinya prosedur analisis umpan balik antar elemen yang mudah, cepat, akurat, efektif dan efisien. Kebutuhan perusahaan akan informasi meningkat sejalan dengan perkembangan perusahaan. Semakin besar dan kompleks suatu perusahaan, maka semakin besar pula kebutuhan akan informasi. Informasi memang menjadi unsur penentu dalam pengambilan keputusan karena informasi digunakan untuk melakukan planning, actuating, directing, innovating, staffing, controlling, representing, dan coordinating aktivitas perusahaan. Tentunya informasi yang dibutuhkan adalah informasi yang berkualitas.
Informasi dikatakan berkualitas apabila didukung oleh relevansi, yaitu ketepatan dengan penggunaannya, ketepatwaktuan, yaitu informasi mampu disajikan tepat pada saat dibutuhkan, dan akurat, yaitu harus tepat nilainya dan dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
Informasi dibutuhkan oleh pihak internal dan eksternal. Kebutuhan mereka akan informasi berbeda tergantung pada tingkatan serta kepentingan masing-masing dalam perusahaan. Informasi (Bodnar, 2000:1) adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Sumber informasi adalah data dan data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan nyata (Jogiyanto, 2001:8). Pentingnya akan informasi yang akurat dan tepat waktu dalam pengambilan keputusan menyebabkan perusahaan membutuhkan adanya sistem informasi yang responsif terhadap kebutuhan mereka. Hal inilah yang menjadi latar belakang mengapa banyak sekolah sekarang ini mengganti sistem informasinya dari system yang manual menjadi sistem yang berbasis teknologi informasi modern (komputer).
Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas operasional sekolah bukan merupakan hal yang baru lagi, melainkan kebutuhan utama karena merupakan salah satu strategi untuk mengembangkan proses pembelajaran yang ada di sekolah. Penggunaan teknologi informasi dalam bentuk aplikasi system dapat digunakan, baik pada tingkat internal maupun eksternal. Untuk tingkat internal dapat digunakan, baik pada tingkat fungsi operasioal organisasi maupun tingkatan manajemen. Penggunaan pada fungsi operasional organisasi, misalnya pada fungsi akuntansi, keuangan, produksi, pemasaran dan lainnya. Pada tingkatan manajemen, misalnya digunakan pada tingkat manajemen atas, menengah, atau bawah. Sekolah tidak harus memiliki dan menggunakan semua aplikasi sistem yang ada, tetapi harus memilih aplikasi sistem yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.












BAB III
PENUTUP




A.Kesimpulan

Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi pendidikan
Wilayah garapan/pokok-pokok Menajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) meliputi ;
a.Sistem informasi Akuntansi/Keuangan
b.Sistem Informasi Kepegawaian
c.Sistem Informasi Akademik/Kurikulum
d.Student Centered Learning melalui e-Learning
e.Sistem informasi perpustakaan
Nilai penting MSIP adalah :
1.Sistem Informasi yang berbasis computer (computer-based information systems) memungkinkan pendelegasian kegiatan rutin.
2.Teknologi informasi memungkinkan pengolahan data secara lebih akurat dan andal.
3.Pembuatan keputusan akan ditunjang dengan pilihan alternatif yang lebih objektif dengan data pendukung yang lengkap
4.Monitoring dan evaluasi memerlukan penyerapan informasi secara cepat dan efisien.
Dari uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa MSIP sangat berguna dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
B.Saran.
 Kita sebagai pendidik harus memanfaatkan MSIP dengan sebaik-baiknya untuk perkembangan pendidikan.
 Menggunakan MSIP dengan tepat dan akurat untuk kemajuan pendidikan.









DAFTAR PUSTAKA

 http://visiquantum.blogspot.com/2008/08/manajemen-sistem-informasi-pendidikan.html.
 Boediono. 1998. Panduan Manajemen Sekolah. Direktorat Pendidikan Menengah Umum
 Wahyu widyaningsih.ayukw2.muliply.com
 WWW.Air Media Persada.com
 WWW. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.co.id
 WWW.scribd.com/doc/3365808/Pembelajaran-eLearning

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar